PADANG - Terkait isu bom yang marak terjadi saat ini membuat semua pasukan baik TNI dan Polri saat ini siaga, seperti yang terjadi saat penghitungan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres di Aula Gubernur Sumbar, jalan Jenderal Sudirman Padang dikawal ketat oleh pasukan dari Brimobda Polda Sumbar serta Poltabes Padang.
Bahkan setip orang yang akan masuk ke dalam aula tersebut harus melewati pintu detektor, tidak seperti biasanya siapa saja boleh masuk.
Para tamu yang akan masuk kantor Gubernur, Minggu (19/7/2009), mulai diperiksa dari pintu gerbang. Pasukan gegana dengan alat detektor bom men-screening mobil dan penumpang. Ketika para tamu, termasuk anggota KPU dan Panwas Pilpres dari seluruh Sumatera Barat hendak masuk pintu aula, mereka harus melewati gerbang detektor seperti di bandara.
Kepala Pusat Pengendalian dan Operasional Polda Sumatera Barat AKBP Zulfahmi San Datuk Marajo mengatakan, pengamanan ketat ini dilakukan karena Indonesia dinyatakan Siaga 1 pascaledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, juga untuk mengamankan hasil Pilpres 2009.
"Pilpres kan agenda nasional dan hasilnya adalah dokumen negara jadi pengamanannya ditingkatkan, meski Sumbar termasuk kondusif tapi perlu ditingkatkan kewaspadaan, pengamanan ini untuk antisipasi," ujarnya.
Dia juga mengatakan pengamanan ini tidak hanya saat rekapitulasi saja bahkan semenjak Indonesia siaga I patroli di kawasan wilayah Sumatera Barat ditingkatkan, baik di pintu masuk kota, pelabuhan maupun di bandara.
Untuk pengamanan rapat pleno KPU Sumbar ini sebanyak 250 personel diturunkan dari Polda Sumbar dan Sat Pol PP. Pengamanan terlihat sangat menyolok. Bahkan lebih ketat dari kunjungan Presiden. Meski acara mulai pukul 09.00 WIB, namun pengamanan sudah mulai pukul 08.00 WIB. (mbs)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad


