JAKARTA - Data 20 juta lebih pemilih siluman dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang ditemukan tim sukses pasangan capres validitasnya sangat diragukan.
"Statement seseorang yang katanya menemukan 10-20 juta nama fiktif di DPT resmi KPU tak lebih dari bluffing saja," kata Ketua Departemen Kominfo DPP Partai Demokrat Roy Suryo melalui pesan singkat kepada okezone, Rabu (8/7/2009).
Menurut Roy Suryo hal itu hanyalah technically dengan kemampuan operator MS-Excel dan 80 personal computer yang terbatas hanya 14 jam kerja terhitung dari pukul 23.30 WIB sampai 13.30 WIB. "Cara kerja manual (hanya proses sort tanpa log) maka angka tersebut mustahil," ungkap Roy Suryo yang juga ahli telematika.
Sebab itu, tim sukses dari dua capres yang mengecek DPT terlalu berani menyebutkan data resmi KPU tersebut tidak valid. "Ini upaya medelegitimasi KPU. Saya sangat yakin andaikan ada kesalahan data dalam DPT, tapi tak sebesar itu," ujarnya.
Pasalnya, dengan waktu yang singkat tidak mungkin akan menemukan data seperti itu kemudian menghapus nama yang sama. "Apa yang dilakukan sistematis. Saya berharap jangan ada upaya medelegitimasi hasil pemilu," jelas caleg yang lolos ke Senayan itu.
(ram)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad


