JAKARTA - Aktor kawakan Deddy Mizwar meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera membongkar kasus dugaan korupsi di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Desakan ini khusus ditujukan terhadap penyidikan kasus pengadaan alat IT rekapitulasi suara nasional yang diperkirakan menelan biaya sebesar Rp800 miliar.
"Tadi saya sudah ketemu Wakil Ketua KPK Haryono Umar untuk menyampaikan data. Saya mengingatkan rakyat ada di belakang KPK, sebagai satu-satunya lembaga rakyat. Sebagai negara demokratis, rakyat berhak mengetahui keluarnya uang yang bernilai miliaran untuk IT," ucapnya di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Jumat (3/07/2009).
Anggaran dana IT KPU, kata aktor pemeran Jenderal Naga Bonar itu, telah menelan biaya miliaran rupiah. Ironisnya jutaan rakyat malah tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap sehingga tak bisa berpartisipasi dalam pemilu legislatif.
"Uang rakyat yang telah dihabiskan oleh KPU dalam sosialiasasi pencontrengan pilpres telah keliru karena hanya mencontreng nomor urut dua saja," terangnya.
Deddy Mizwar juga mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia agar menggunakan hak pilihnya pada 8 Juli mendatang. Di sisi lain, KPK juga harus bertindak agar kasus pemilih kehilangan hak pilihnya tak terulang.
"KPK harus bertindak agar uang rakyat terselamat, agar rakyat mendapatkan hak-hak politik, hak ekonomi, hak sosial, dan hak budaya yang berkeadilan bagi seluruh rakyat," ujarnya.
(ful)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad


