JAKARTA - Informasi rekam jejak capres-cawapres melalui media massa, sangat dibutuhkan masyarakat menjelang pemilu presiden dilaksanakan. Sayang, informasi ini minim ditampilkan media.
Koordinator Program Advokasi, Riset dan Pemantauan Media Institut Studi Arus Informasi (ISAI) Ahmad Faisol mengaku telah melakukan pemantauan terhadap media cetak nasional maupun televisi, dengan pemantauan berbeda.
"Dalam pemberitaan media cetak periode 6-26 Juni 2009 dari 2.551 berita Pilpres, hanya ada 47 berita tentang rekam jejak capres-cawapres dibandingkan dengan 725 berita tentang kampanye capres-cawapresnya," jelanya dalam press meeting di Hotel Nikko Jakarta, Selasa (30/6/2009).
Untuk televisi, lanjutnya, dari 1.551 berita pilpres yang ditayangkan di 11 stasiun televisi, yang dipantau pada periode 15-25 Mei 2009, tercatat hanya 61 berita yang mengangkat rekam jejak capres-cawapres dibandingkan dengan 786 berita tentang kampanye capres-cawapres.
"Terlalu banyak pemberitaan tentang sesuatu yang belum dilakukan, membuat media menyumbang terhadap kemungkinan mengaburkan sosok capres-cawapres sehingga masyarakat tidak mengenali calon pemimpinya," paparnya.
Media cetak nasional dipantau ISAI antara lain, Kompas, Indo Pos, Seputar Indonesia, Jurnal Nasional, Rakyat Merdeka, Suara Karya, Media Indonesia, Suara Pembaharuan, Sinar Harapan, Majalah Tempo dan Majalah Gatra.
Sedangkan untuk televisi, ISAI memantau pemberitaan di SCTV, RCTI, TRANS TV, TRANS 7, METRO TV, TV ONE, TVRI, Global TV, TPI, ANTV dan Indosiar.
"Ini patut menjadi apreasiasi karena menunjukkan media tidak melupakan pentingnya pelaksanaan Pemilu yang jujur, adil dan transparan di tengah hiruk pikuk upaya capres-cawapres memoles citra. Media masih mampu menjalankan peran sebagai watchdog bagi lembaga penyelenggara pemilu agar senantiasa bekerja dengan baik," tandasnya. (ded) (ahm)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad


