DEPOK - Sejumlah pihak khawatir gejolak seperti di Iran terjadi di tanah air, usai Pilpres 8 Juli mendatang. Karena itu, para capres dan cawapres diminta tetap menjunjung tinggi sportivitas, meski kalah pada ajang pemilihan presiden.
"Para calon presiden dan timnya harus konsisten menerapkan budaya fair play, tunduk pada aturan main, dan tidak melakukan cara-cara mobilisasi massa untuk mempengaruhi hasil pemilu" kata Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Abdul Ghafur Sangadji, Selasa (23/6/2009).
Menurut Ghafur, jika ada sengketa pemilu di akhir pesta demokrasi sebaiknya ditempuh dengan mekanisme hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK).
"Sudah tidak relevan penyelesaian di luar jalur hukum karena tentu memakan biaya yang mahal bahkan korban jiwa dan muncul situasi yang tidak terkendali," tegasnnya.
Dia menambahkan, hikmah terpenting dari dinamika pilpres Iran adalah perlunya pengawasan ketat dari Bawaslu serta lembaga pemantau independen dalam menghindari kecurangan yang bakal berakibat fatal.
"Karena potensial terjadi kecurangan seperti politik uang, serangan fajar, DPT, pemilih menggunakan hak pilih lebih dari satu kali dan penggelembungan suara,"pungkasnya. (ded)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad


