Pemilu - pemilihan presiden


Prabowo Kritik Gagasan Boediono Jual BUMN

Sabtu, 20 Juni 2009 - 16:04 wib
Tantan Sulton Bukhawan - Koran SI
text TEXT SIZE :  
Share
Foto: tantan sulthon

CIREBON - Cawapres Prabowo Subianto, mengkritik pernyataan Cawapres Boediono, terkait statemen perlunya privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna membentuk tata kelola pemerintahan.

"Cawapres nomor dua di koran-koran menyatakan bakal menjual BUMN untuk privatisasi. Saya menolak dengan rencana penjualan aset negara ini. Memangnya BUMN milik nenek moyangnya," tutur Prabowo, saat memberikan orasi politik di hadapan ribuan masyarakat nelayan, petani, dan perajin rotan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Sabtu (20/6/2009).

Dalam kesempatan itu, Prabowo justru menyindir kenapa privatisasi BUMN harus dilakukan pemerintah karena dianggap tidak efisien. Padahal, selama lima tahun ke belakang seluruh BUMN dikelola oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga sebagai capres yang berpasangan dengan Boediono. BUMN merupakan aset bangsa yang harus terus di kembangkan. "jangan-jangan mereka yang tidak efisien," sindirnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyesalkan kenapa kemiskinan di kalangan nelayan hingga saat ini terus berlangsung. Padahal bangsa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pantai terpanjang. "Saya heran, kenapa negara kita yang memiliki pantai terpanjang malah nelayannya miskin-miskin. Kekayaan laut kita malah dicuri oleh kapal-kapal asing, sedangkan nelayan terus menderita," tegas  Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga menyinggung sistem pendidikan gratis yang tidak optimal serta layanan kesehatan di Indonesia yang masih mahal. "Apakah dengan kondisi kemiskinan seperti ini, layanan kesehatan masih mahal, harus dilanjutkan?," tanya Prabowo, yang disambut dengan kalimat ?tidak' secara serempak diteriakan para pendukung pasangan Mega-Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo sempat pula meneken kontrak politik dengan petani, nelayan, dan Asosiasi  Pengusaha Mebeler Indonesia (Asmindo) Cirebon. Kontrak politik, langsung ditanda tangani Prabowo dihadapan ribuan pendukungnya. "Tidak ada calon lain yang berani melakukan kontrak politik secara langsung dengan masyarakat. Hanya pasangan nomor satulah berani melakukan hal itu guna mengedepankan kepentingan masyarakat," tegas Prabowo.

Kepada petani, Prabowo meneken kontrak untuk  menjamin harga dasar gabah, ketersediaan pupuk, bibit berkualitas, infrastruktur irigasi, permudah permodalan berbunga murah dan memperluas akses pasar. Kepada nelayan, diteken kontrak untuk memperhatikan nasib nelayan, dengan  memberikan subsidi solar khusus nelayan, memberikan bantuan pengolahan hasil tangkapan, stabilitas harga ikan, dan kemudahan permodalan.

Sementara itu, Kepada pengrajin rotan, Prabowo meneken kontrak untuk mencabut Permendag Nomor 12 tahun 2005 yang membolehkan ekspor bahan baku rotan dan mengembangkan pasar rotan luar negeri. Hingga para pengusaha rotan di Cirebon tidak kesulitan lagi dalam mencari bahan baku.

Usai melakukan kampanye, Prabowo, melakukan silaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren Gedongan, KH Amin Siraj, di  Desa Ender, Kecamatan Pangenan, kabupaten Cirebon. Selanjutnya, sekira pukul 14.00 WIB selepas makan siang di Hotel Apitan Cirebon, Prabowo dan rombongan berangkat menuju Kabupaten Kuningan. (ram)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share

Cari Berita

Berita Lainnya