JAKARTA-Maraknya lembaga polling yang mempublikasikan hasil surveinya akhir-akhir ini dikritisi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Terutama polling yang dilakukan karena pesanan, tidak objektif dan tidak kredibel.
"Saya selalu menyimak hasil-hasil polling, tapi polling yang realiable, kredibel dan bukan polling pesanan," ujar SBY saat memberikan pembekalan kepada peserta Lemhanas di Istana Negara Jakarta, Selasa (2/12/2008).
SBY mengaku selalu memonitor hasil-hasil polling itu. Jika hasil polling terhadap dirinya jatuh ia akan melihat dan meneliti apa yang membuat rakyat marah. "Kalau bagus ya syukur, kalau jelek ya saya terima. Tapi jangan sampai kita seperti pepatah yang mengatakan buruk muka cermin dibelah," tambah SBY.
SBY juga mengkritik rating agency yang menggunakan data lama dalam menilai kebijakan. Menurutnya hasil penilaian mereka dapat menyesatkan masyarakat karena datanya tidak up to date. "Tidak selalu lembaga penilai asing itu objektif," tukasnya.
(ful)



