JAKARTA - Tersangka kasus penyebaran kampanye hitam terhadap pasangan SBY-Boediono, saat acara kampanye JK-Wiranto di Asarma Haji Medan, pekan lalu, Adi Zein Ginting, datang ke markas tim sukses SBY-Boediono di Bravo Media Center (BMC), Jakarta.
Kedatangan Adi ini khusus untuk melakukan jumpa pers menyatakan permintaan maaf kepada SBY, Boediono beserta istri, karena menyebarkan fotokopian dari Tabloid Monitor yang berisi wawancara dengan Habib Husein Al Habsy yang berjudul "Apakah PKS Tidak Tahu Istri Boediono Katolik".
Dalam jumpa pers itu, Adi Zein hanya membacakan permintaan maafnya yang telah diberi materi Rp6 ribu. Dia pun menceritakan kronologi kenapa dirinya menyebarkan fotokopian yang dianggap sebagai kampanye hitam itu.
Selain menyatakan permintaan maaf kepada SBY-Boediono, Adi juga menyatakan permintaan serupa ke Abdul Wahab Dalimunthe. Pasalnya Adi sebelumnya sempat mengaku diperintah oleh caleg terpilih dari Partai Demokrat itu.
Dia mengaku tidak tahu mengenai isi selembaran itu dan tidak dengan sengaja menyebarkan selembaran itu. Pasalnya dia hanya mendapatkan selembaran itu dari caleg Partai Hanura Deli Serdang, Syukri.
Saat itu dia bertemu Syukri ketika tengah beristirahat di kantin di sekitar lokasi kampanye, Kepada Zein, Syukri memberikan 700 lembar fotokopian, yang kemudian disebarkan kepada massa di arena kampanye itu. Sampai saat ini polisi masih mencari Syukri yang merupakan ketua Alzamiatul Wasliah Sumut, itu buron.
Zein menyatakan dirinya hanya melihat tulisan di atas judul tersebut dan tidak benar-benar membaca isi tulisan itu karena ketika itu dia tidak membawa kacamata. (fit)
(ahm)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad


