JAKARTA - Peluang politisi muda maju dalam bursa capres dinilai masih relatif kecil. Struktur partai yang didominasi tokoh tua dan mekanisme rekruitmen capres yang tertutup menjadi penghalang utama.
Modal politisi muda baik dalam hal popularitas, jaringan, dan uang juga dinilai belum cukup memadai. Demikian pembahasan yang mengemuka dalam Dialog Pemimpin Masa Depan Indonesia di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis, (11/12/2008).
Dialog ini diadakan oleh Lembaga Survei Indonesian Research and Development Institute (Irdi). Hadir sebagai pembicara Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dan Kader Partai Golkar Yuddy Chrisnandi.
Menurut Adhyaksa, mekanisme rekruitmen calon presiden oleh partai sangat memengaruhi peluang politisi muda untuk tampil. Dia mencontohkan dirinya sendiri yang menurut beberapa lembaga survei termasuk calon presiden muda paling populer.
"Secara pribadi saya siap menjadi presiden, tapi tidak etis saya nyatakan karena hal itu keluar dari struktur rekruitmen partai yang telah menetapkan delapan nama dan nama saya tidak ada," katanya.
Hal senada juga disampaikan Yuddy Chrisnandi. Menurut dia, politisi muda belum memiliki panggung untuk tampil dan memperkenalkan diri kepada rakyat. Sebagai contoh ia mengatakan peniadaan sistem konvensi dalam Partai Golkar telah memaksanya dan sejumlah kader Partai Golkar lain untuk mengikuti konvensi Dewan Integritas Bangsa.
Sementara itu, Anas Urbaningrum bahkan mengakui kalau dirinya tidak siap jika dicalonkan menjadi presiden. Meskipun, menurut hasil penelitian beberapa lembaga survei dirinya cukup populer. Salah satu alasan yang ia kemukakan adalah ketidakmampuan untuk meyakinkan orang agar mau mendanai pencalonannya sebagai presiden.
"Ibaratnya baju saya masih berukuran S, kalau calon presiden itu ukurannya adalah L atau XL. Kalau saya dikasih XL ini tidak cocok. Orang yang mau membantu pun tidak yakin," katanya.
Sementara itu, hasil survei Irdi pada 6 hingga 13 Oktober 2008 dengan tingkat kesalahan 2,19% menunjukkan 54,89% dari 2.000 responden menginginkan tokoh muda maju dalam Pemilu 2009.
Politisi muda yang dianggap paling pantas menjadi calon presiden adalah Hidayat Nurwahid (33,05%), Andi Mallarangeng (24,05%), Soetrisno Bachir (11,51%), Adhyaksa Dault (8,45%), dan Anas Urbaningrum (8,17%). (ful)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad


